PGRI menghadirkan kepastian arah melalui empat pilar strategis berikut:
1. Kepastian Visi: Menjaga Kontinuitas Pendidikan
PGRI memastikan bahwa arah pendidikan tidak berubah total setiap kali ada pergantian kepemimpinan (menteri).
2. Kepastian Karier dan Perlindungan Profesi
Banyak guru merasa cemas akan masa depan mereka (terutama guru honorer dan swasta). PGRI hadir untuk memberikan kepastian melalui:
-
Standar Perlindungan: Memastikan adanya SOP yang jelas dalam perlindungan profesi, sehingga guru merasa aman dalam melakukan inovasi pembelajaran tanpa takut dikriminalisasi.
3. Kepastian Adaptasi Teknologi (Transformasi Digital)
Di tahun 2026, tantangan kecerdasan buatan (AI) sangat nyata. PGRI memberikan kepastian arah dengan:
-
Digitalisasi Organisasi: Membangun sistem keanggotaan dan layanan informasi yang terintegrasi (Smart PGRI).
-
Literasi Masa Depan: Memberikan pelatihan sistematis agar guru tidak digantikan oleh teknologi, melainkan menjadi pengendali teknologi tersebut.
Mekanisme Pengambilan Keputusan yang Terukur
Kepastian arah organisasi dihasilkan melalui struktur yang demokratis dan hierarkis:
| Forum Pengambilan Keputusan | Output Kepastian |
| Kongres Nasional | Menentukan Garis Besar Program Kerja (GBPK) lima tahunan. |
| Konferensi Kerja | Mengevaluasi dan mempertajam arah kebijakan tahunan. |
| Kolektifitas Pengurus | Memastikan instruksi dari pusat sampai ke tingkat ranting (sekolah) secara konsisten. |
Strategi “Jalan Tengah” PGRI
PGRI seringkali mengambil peran sebagai jembatan antara Idealita Pemerintah dan Realita di Lapangan. Kepastian ini penting agar guru tidak merasa “dipaksa” menjalankan kebijakan yang mustahil diterapkan di daerah terpencil.
“Organisasi yang sehat tidak hanya bergerak maju, tetapi tahu persis ke mana arah tujuannya. PGRI adalah rumah yang memastikan tidak ada satu pun guru yang tertinggal di belakang.”
Leave A Comment